"Kalau memang takdir mati ditembak, atau melalui jalan lain, saya terima," ujar Sumiarsih saat ditemui wartawan di aula Lapas Wanita Kelas IIA Kebonsari, Malang, Kamis (10/7/2008).
Mati dan hidup, kata Sumiarsih, sudah garis manusia di dunia ini. Keyakinan kita kepada tuhan akan menghapus rasa takut menyambut ajal.
"kekuatan Tuhan akan selalu bersama kita," tutur Sumiarsih lirih.
Perempuan asal Surabaya ini mengakui, sebagai orang yang bersalah dia harus patuh pada aturan hukum yang ada. "Jelas harus patuh, saya orang bersalah," akunya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumiarsih juga mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga besar Letkol (Mar) Purwanto. Karena perbuatan dia, kasus pembunuhan di Songgoriti, Kota Batu terjadi.
"Dalam doa serta kesempatan ini, anak dari Pak Purwanto maafkan saya," pinta Sumiarsih. (bdh/bdh)











































