Penutupan yang ditandai dengan pengibaran bendera warna biru di atas kantor Pelabuhan Ketapang ini adalah yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya, pihak syahbandar juga sempat menutup Pelabuhan ketapang selama kurang lebih 3 jam sejak pukul 02.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB pagi tadi.
Meski belum lama di tutup, antrean kendaraan sudah cukup banyak. Area parkir Pelabuhan Ketapang tampak penuh dengan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali. Antrean dididominasi oleh kendaraan pribadi dan bus Pariwisata.
Bahkan ada beberapa kendaraan yang sejak malam antre dan belum mendapat giliran untuk menyeberang. "Antrean kendaraan yang tadi malam saja belum habis, bahkan ada bus malam yang hingga saat ini belum menyeberang," kata Hendra seorang pengurus bus.
Sementara itu, di pelabuhan LCM yang khusus untuk kendaraan angkutan barang antrean sudah meluber keluar pelabuhan. Area parkir dalam pelabuhan sudah tidak muat, sehingga truk pengangkut barang harus antre hingga mencapai 1 kilometer dari pelabuhan.
Plh Kepala kantor Pelabuhan Ketapang Hadi Wahono mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan semua operator pelayaran untuk menghentikan pelayaran karena gelombang Selat Bali yang tidak bersahaba,t dan membahayakan pelayaran. "Kita tetap mengutamakan keselamatan," tegasnya.
Hadi belum bisa menetukan sampai kapan penutupan ini akan berlangsung. Yang jelas tambahnya, jika kondisi cuaca sudah membaik, pihaknya segera membuka kembali pelayaran. "Untuk sementara kita berlakukan sistem buka tutup, jika kondisi buruk ya kita tutup, jika sudah baik kita buka kembali," ujarnya. (bdh/bdh)











































