Pantauan detiksurabaya.com, lokasi kebakaran tepat berada di belakang Kantor Balai Pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Wilayah III. Sehingga aktivitas uji kendaraan terhenti karena kabut asap menerpa kantor itu.
Hembusan angin kencang, membuat api cepat merembet ke lahan tanaman tebu lainnya. "Pertama kali api diketahui dari arah timur lalu cepat menyebar," kata Gunawan (51), warga Desa Trowulan kepada detiksurabaya.com di lokasi kebakaran.
Hampir semua pegawai di kantor uji kendaraan itu, pergi membantu anggota Polsek Trowulan, memadamkan api dengan kayu. Kedatangan satu unit mobil PMK, cukup membantu pemadaman api di kawasan perkebunan tebu tersebut.
Selain itu, kebakaran juga menyebabkan arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Jombang atau sebaliknya, sempat terganggu. Setiap truk atau mobil hanya melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 50 km/jam.
Polsek Trowulan belum memastikan penyebab kebakaran. Lahan tebu seluas 15 hektar milik 4 orang tersebut, siap dipanen. Sehingga kerugian ditaksir sekitar 200 juta, karena rendemen tebu jauh berkurang dibanding sebelum kebakaran. (fat/fat)










































