Cawagub pasangan nomor urut 1 Mujiono datang ke Pasar Warujayeng dengan didampingi istri dan sejumlah tim suksesnya. Pria yang pernah menjabat sebagai Kasdam V/Brawijaya tersebut berkeliling hampir di setiap sudut pasar, dan menghampiri seluruh stan pedagang dengan harapan bisa mendapatkan simpati masyarakat.
Tak pelak kedatangannya mendapatkan sambutan histeris dari pedagang dan pengunjung pasar. Apalagi dia datang dengan sangat mencolok disertai pengawalan ketat aparat kepolisian.
Sayang, sambutan histeris tersebut bukan simpati yang nyata. Pedagang histeris karena berebut agar dagangannya bisa diborong.
"Lek gelem nuku pitikku satus ewu yo tak coblos, lek gak yo males. (Kalau mau membeli ayamku seratus ribu ya tak coblos, tapi kalau tidak ya malas)," kata salah satu pedagang di stan daging ayam, Wati dengan lantang, Selasa (8/7/2008).
Teriakan Wati tersebut ternyata mendapatkan tanggapan dari Mujiono yang langsung membeli dagangannya. Hal ini membuat suasana semakin gaduh karena hampir seluruh pedagang berkeinginan dagangannya juga dibeli. Namun hal itu tak digubris oleh Mujiono yang langsung meninggalkan lokasi stan daging ayam.
Sambil berkeliling pasar, Mujiono tak lupa menyampaikan ke setiap pedagang dan pengunjung agar tak lupa pada tanggal 23 juli nanti memilih dirinya.
"Sampun supe mbenjeng tanggal telu likur milih nomer setunggal nggih. (Jangan lupa besok tanggal dua puluh tiga memilih nomor satu ya) kata Mujiono kepada hampir setiap pedagang dengan dibarengi tim suksesnya membagikan stiker bergambar Khofifah Indar Parawansa dan Mudjiono.
Seusai berkeliling pasar, Mujiono kepada sejumlah wartawan mengatakan kedatangannya ke Pasar Warujayeng sesuai dengan visi misi yang disampaikannya kemarin di Gedung DPRD Jawa Timur. Menurutnya ekonomi tingkat bawah merupakan faktor yang sangat
mempengaruhi dalam menjalankan sistem ekonomi kerakyatan yang akan menjadi salah satu program kerjanya.
"Mereka adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tak dapat dipungkiri akan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda ekonomi di Jawa Timur. Saya berjanji akan memperhatikan mereka," janji Mujiono sambil meninggalkan lokasi Pasar Warujayeng. (bdh/bdh)










































