Di kawasan wisata padusan (kolam) air panas di Pacet Mojokerto, Jawa Timur memang selalu dipadati masyarakat setiap akhir pekan.
Tidak hanya siang hari, namun di malam hingga dinihari hari, silih berganti pengunjung di kawasan wisata yang dikelilingi hutan pinus selalu riuh suara canda pengungjung yang berendam di kolam air panas yang mengandung belerang ini diyakini mampu mengobati segala penyakit kulit.
Untuk bisa berendam, pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 4.000 khusus dewasa. Dan asyiknya lagi, usai berendam, pengunjung bisa menyantap jajanan khas di sekitar kolam.
Apa itu? Lepet ketan hitam. Cukup Rp 2.000, dijamin tubuh akan terasa hangat. Salah satu pedagang makanan khas ini adalah Saelan (67). Dia sudah 28 tahun menggantungkan hidup di kawasan wisata yang pernah longsor tahun 2000 lalu itu.
"Saya sudah 28 tahun jualan ketan ireng (ketan hitam). Lumayan, selama 4 hari jualan bisa dapat Rp 400 ribu," kata Saelan yang asal Gondang Mojokerto ketika ditemui detiksurabaya.com, Minggu dinihari (6/7/2008).
Dalam sepekan, kata dia, dirinya mendapat giliran jatah jualan 4 hari. "Dua hari saya libur, gantian dengan teman lainnya," ungkapnya.
Menurut dia, di lokasi wisata padusan ini pedagang ketan hitam yang resmi terdaftar ada 9 orang. Mereka mendapat giliran sesuai waktu dan tempatnya.
"Ada tiga titik yang menjadi jatah kita. Tiga tempat itu tidak boleh dimasukin orang lain. Atau tidak boleh saling serobot," tambahnya.
Anda belum tahu lepet ketan hitam? Lepet adalah ketan yang dikemas menyerupai lontong. Setelah dipotong tipis-tipis, kemudian dicampur dengan ketan hitam dengan sedikit air sarinya.
Sedangkan bagi yang ingin membawa pulang sari ketan hitam atau biasa disebut badek bisa juga. Harganya berkisar Rp 4.000-Rp 10.000 menyesuaikan ukuran botol air mineralnya.
"Dijamin badan hangat usai makan ketan ireng," tegas Saelan sambil memotong lepetnya.
Suwita, salah satu pengunjung asal Surabaya mengaku jika ke Pacet tak melupakan untuk menyantap ketan hitam. "Pasti dong. Biar tubuh hangat. Apalagi setelah berendam di air panas, wow nikmat rasanya," kata Suwita.
(gik/gik)











































