"Saat itu KA muat BBM dari arah Bangil menuju Malang masuk ke Stasiun Sengon. Padahal seharusnya dia berhenti di tengah-tengah, bukan masuk ke stasiun," kata Humas PT KA Daops VIII, Sugeng Priyono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Jumat (4/7/2008).
Padahal, kata Sugeng, loko yang dimasinisi Harianto dan asistennya Tukiman masih berada di Stasiun Sengon dari arah Malang menuju Bangil. Rupanya, KA BBM yang dimasinisi Katmadi dan Abu Subiatmoto terus meluncur dari arah Bangil masuk ke Stasiun Sengon menuju Malang.
"Akhirnya tabrakan tidak bisa terhindarkan. Kita masih meneliti apakah ini karena rem blong atau ada kesalahan lain," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 13.43 WIB dua kereta api (KA) yang memuat bahan bakar minyak berloko CC 20327 dan sebuah loko BB 30121 bertabrakan 300 meter sebelum Stasiun Sengon atau tepatnya di Desa Sengonagung, Purwosari, Pasuruan. Akibatnya, gerbong depan masing-masing KA penyok dan satu masinis luka. (fat/bdh)











































