Polisi Belum Periksa Pembuat Tape

Keracunan Tape Ketela

Polisi Belum Periksa Pembuat Tape

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2008 09:00 WIB
Ngawi - Peristiwa keracunan yang menimpa 19 warga Dusun Serenan Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Ngawi semalam, polisi belum bisa meminta keterangan terhadap Dinem (60), pembuat tape.

Pasalnya, Dinem merupakan satu dari tiga korban kritis yang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Padas bersama dua familinya yakni Giman (60) dan Yasmuri (18).

Ketiganya masih mengeluhkan pusing, mual dan demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius.

Kapolsek Pangkur Ngawi, AKP Bambang Ritadi kepada detiksurabaya.com mengatakan sementara saksi utama belum bisa diminta keterangannya karena masih kritis.

Untuk penyelidikan, pihaknya hari ini akan mengambil barang bukti sample tape ketela dan akan diteliti laboratoriun Dinkes Ngawi.

"Kita akan lihat hasil penelitian oleh tim laboratoriun terhadap tape ketela dulu dan saksi utama belum kita mintai keterangan karena masih kritis," jelas Bambang saat ditemui di kantornya Jalan Raya Pangkur, Jumat (4/7/2008).

Bambang menambahkan, hingga saat ini dari 19 korban keracunan 8 dirawat di Puskesmas Pangkur dan 3 dirawat di Puskesmas Padas. Sedangkan 8 orang lainnya menjalani rawat jalan.

Seperti diberitakan sebelumnya, 19 warga Desa Serenan Kecamatan Pangkur, Ngawi, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas Pangkur gara-gara keracunan tape ketela.

Tape buatan Mbah Dinem ini diberikan ke keluarganya usai panen ketela pohon. Namun sata 2 jam makan, keluarga besar Mbah Dinem merasa pusing, mual hingga panas tinggi.

Sementara itu 8 orang masih dirawat di Puskesmas Pangkur yakni Desi (8), Sani (35), Rinduwati (25), Suwito (35), Tayem (70), Nurwati (20), Wagimin (40), Kardi (40) yang semuanya masih bersaudara dari Mbah Dinem. (fat/fat)
Berita Terkait