"Tapenya berasal dari Mbah Dinem (60), masih nenek saya," kata salah seorang korban, Rindu (25), di Puskesmas Pangkur, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (7/3/2008).
Menurut Rindu, jika sang nenek panen ketela pohon, biasanya akan dibuat tape. Selanjutnya, tape itu akan dibagikan ke seluruh keluarga besarnya yang rumahnya berdekatan di RT 6 dan RT 7 di RW 2 Serenan.
Kamis siang, Mbah Dinem membagikan tape itu kepada keluarga besarnya. Sore hari, santapan itu pun dilahap. Namun sekitar 2 jam berikutnya, mereka merasakan kepala pusing, serta mual dan muntah-muntah. Sekitar pukul 18.00 WIB, badan mereka pun mengalami panas tinggi.
Dari 19 korban yang dilarikan ke Puskesmas Pangkur, 3 orang dirujuk ke Puskesmas Padas karena kondisi yang cukup parah. Panas badan mereka mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Ketiganya adalah Mbah Dinem (60), Yasmuri (18), dan Giman (60).
"Kondisinya sangat berat, mual, panas, berak, dan pusing. Kondisi puskesmas juga kurang memadai," kata Kepala Puskesmas Pangkur dr Zain Ratna Priyanto.
Sedangkan 8 orang masih dirawat di Puskesmas Pangkur dan 8 lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing.
(fiq/fiq)










































