Kelangkaan elpiji sebenarnya sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Setiap distributor hanya dijatah 40 tabung dalam dua hari. Sedangkan kekosongan terjadi sejak, Rabu pagi (2/7/2008).
Salah satu penjaga toko UD Sarwa Subur (SS) Sumenep, Ayuk Iriyanti mengatakan, kebutuhan elpiji setiap hari selalu mengalami kekurangan, akibat penerapan kebijakan pembatasan pengiriman stok dari perusahaan.
"Setiap 2 hari sekali hanya dikirim 40 tabung. Padahal, kebutuhan lebih dua kali lipat," kata Ayuk pada wartawan di toko UD SS, Jalan Sludang.
UD SS yang merupakan distributor elpiji terbesar di Kabupaten Sumenep ini belum bisa memastikan kapan pasokan ini bakal lancar.
Hal serupa juga dialami Toko Gasa Putra, yang terletak di Jalan Agus Salim. Toko yang melayani konsumen elpiji bagian utara kota ini juga kehabisan stok. "Stok LPG untuk hari ini kosong, Mas," ujar pemilik Toko Gasa Putra, Zainal Hasan pada detiksurabaya.com di tokonya.
Sementara, salah seorang ibu rumah tangga, Ny Imamah (37) warga Perumnas Bangkal, Sumenep mengaku heran dengan kekosongan stok elpiji. Bahkan, ia juga mengeluh dengan kenaikan LPG yang sangat memberatkan masyarakat.
"Kalau semua harga naik, elpiji juga melambung, masyarakat tambah susah, Mas," keluh Imamah pasrah. (bdh/bdh)











































