Pemilik TK Antonius yang didukung ratusan Wali Murid sekolahan tersebut serta elemen warga Kota Madiun yang peduli pendidikan memberikan perlawanan dengan memasang peralatan mainan anak-anak seperti ayunan, balon putar duniaa, kayu dan peralatan lainnya di pintu masuk belakang sekolahan tersebut.
Akibatnya, sekitar 100 petugas kepolisian dari Polresta Madiun dan Satpol PP, serta juru sita PN Kota Madiun tidak bisa masuk ke sekolahan tersebut dan gagal mengeksekusinya.
"Kasus ini kan masih dalam proses sengketa. Proses jual beli tanah dan bungunan juga belum sah. Selesaikan dulu kasus ini dengan proses hukum," teriak Ketua Yayasan TK Antonisu Agustin di halaman sekolah dihadapan petugas yang akan mengeksekusinya sekolah TK Antonius, Rabu (2/7/2008).
Sementara, petugas juru sita dengan dibantu aparat keamanan dari Polresta Madiun yang dilengkapi dengan senjata pentungan masih belum bisa masuk ke areal sekolah. Karena pihak sekolah dan dibantu warga tetap bersikukuh mempertahankan tanah dan bangunan tersebut.
"Pak polisi jangan berpihak dan jangan sampai masuk. Mohon untuk diselesaikan dulu dengan hukum," ujar Agustin.
Akibat aksi itu, arus lalu lintas dari Jalan Pahlawan menuju Magetan dan Ponorogo melalui Jalan Cokroaminoto ditutup danĀ dialihkan melalui Jalan Ringin. Karena pengalihan arus itu, membuat jalur di Jalan Ringin saat ini mengalamai kepadatan. (bdh/bdh)











































