Sebanyak 231 jamu serbuk disita dari toko Enam-Enam yang berada di Jalan Panglima Sudirman atau lebih dikenal dengan sebutan kawasan Pecinan.
Selain ditemukan jamu kadaluwarsa, banyak kemasan yang sudah rusak, namun tetap dipajang di tempat jualan. Tak hanya itu, petugas juga menyita kapsul penambah stamina produksi Cina dan minuman pelancar terlambat bulan kiranti.
Adapun jenis jamu yang sudah kadaluwarsa diantaranya, sehat wanita (jamu jago), pasak bumi (jamu singo), galian singset (jamu jago) dan sawan (air mancur).
Kasubdin Farmasi Makanan dan Minuman (Farmakmin) Dinas Kesehatan Bangkalan, Lily S Mukti kepada wartawan di sela-sela sidak mengatakan, bahan jamu yang mayoritas dari tumbuhan dan sudah kadaluwarsa akan terlihat ada jamur dan kelihatannya tidak segar.
"Kalau jamu yang sudah jamuran itu dikonsumsi, bukan penyakitnya yang sembuh, malah tumbuh penyakit lain," ujar Lily di Jalan Panglima Sudirman saat sidak, Selasa (1/7/2008).
Sidak yang dilakukan secara mendadak tersebut, berawal dari banyaknya keluhan warga. Setiap kali membeli jamu, selalu mendapatkan jamu yang kadaluwarsa.
"Jadi sidak ini, selain menindaklanjuti keluhan warga juga sebagai peringatan bagi penjual jamu agar tidak menjual yang sudah kadaluwarsa," ucapnya.
Sementara itu pemilik toko Enam-Enam, Arif Hariadi mengaku tidak berniat menjual jamu-jamu yang sudah kadaluarsa tersebut. "Rencananya, jamu yang sudah kadaluwarsa itu akan dikembalikan pada pabriknya," katanya.
Sidak jamu kadaluwarsa kali ini, dilakukan Dinkes bersama Satpol PP dan polisi setempat. Toko jamu lain yang dikunjungi yakni, Toko Remaja yang ada di kawasan Pasar Baru dan Toko Sampang yang terletak di Jalan Panglima Sudirman. Didua toko jamu tersebut tidak ditemukan jamu kadaluwarsa. (fat/fat)











































