Bermain di depan hadapan pendukungnya di Stadion Brawijaya, Persik dengan pemain bintangnya justru terlihat bermain sangat berhati-hati dan kesulitan mengembangkan permainannya. Tercatat sepanjang babak pertama, Persik hanya memiliki 3 peluang emas, yang satu diantaranya berasal dari bola mati dengan keseluruhan tanpa ada yang bisa diselesaikan menjadi gol.
Baru memasuki babak kedua, Persik mulai berani bermain secara terbuka. Beberapa pemain yang dianggap menjadi titik lemah mulai diganti, dan hal ini terlihat terbukti dengan banyaknya peluang yang berhasil diciptakan. Namun sayang, lemahnya koordinasi antar pemain menjadikan beberapa peluang gagal dimanfaatkan menjadi gol.
Justru dengan semakin bermain terbuka, Persik tertinggal lebih dahulu setelah James Robinson berhasil menyarangkan si kulit bundar pada menit ke 54. Terciptanya gol pertama Perth Glory bermula dari kecerobohan penjaga gawang Markus Horison yang terlalu jauh meninggalkan gawangnya, sehingga saat James Robinson melakukan tembakan spekulasi memanfaatkan bola liar gawang dalam keadaan kosong.
Tertinggal satu gol, Persik semakin berambisi mencetak gol. Dan hal ini membuahkan hasil setelah Saktiawan Sinaga yang masuk pada awal babak kedua berhasil menyelesaikan kerjasamanya dengan Cristian Gonzales menjadi sebuah gol balasan pada menit ke 72.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Persik sebagai tuan rumah tetap berambisi menambah keunggulan. usaha tersebut berakibat fatal, karena barisan pertahanan terlihat rapuh dan berhasil dimanfaatkan oleh Perth Glory untuk mencetak gol kedua, sekaligus penentu kemenangannya.
Gol kedua Perth Glory dicetak oleh Anthony Skorich pada menit ke 78. Gol kemenangan tersebut bermula dari kerjasama yang apik antar pemain depan Perth Glory di dalam kotak penalti Persik. Ironisnya kerjasama apik tersebut justru tidak diimbangi dengan kesigapan pemain belakang Persik yang terlihat hanya terbengong dan membiarkan bola bersarang di pojok kiri gawang Markus Horison.
Seusai pertandingan, Iwan Budianto selaku Manajer Persik Kediri dalam jumpa pers mengaku timnya bermain sangat buruk. "Kami akui permainan tim ini tidak berkembang. Hal ini salah satunya disebabkan lawan yang bermain sangat baik, koordinasi mereka bagus dan postur tubuh mereka juga lebih unggul," ujarnya, Minggu (29/6/2008).
Meski demikian, Iwan menganggap kekalahn ini justru sebagai hal yang positif dan akan dijadikan pelajaran menjelang digulirkannya Liga Super 2008.
"Dalam setiap uji coba tim ini tidak pernah kalah, dan saya ini akan sangat berbahaya menjelang Liga Super. Justru dengan kekalahan ini, banyak pelajaran yang kami peroleh sebagai persiapan menjalani kompetisi yang keras," lanjut Iwan Budianto.
Sementara David Mitchel selaku pelatih Perth Glory Australia mengaku permainan kedua tim dalam pertandingan malam ini sangat bagus. David Mitchel juga memuji permainan keras Persik sebagai permainan berkarakter yang sangat bagus.
"Persik berambisi menang dan mereka bermain keras, saya kira ini sangat wajar dalam sepak bola. Yang juga membuat saya salut, tim ini memiliki karakter dalam bermain," kata David Mitchel dalam jumpa pers dengan didampingi Russel Wine selaku Manajer Perth Glory Australia.
David menambahkan, dengan kemenangan ini timnya akan semakin termotivasi meraih hasil serupa saat menghadapi Deltras Sidoarjo dalam partai persahabatn lainnya, yang akan digelar minggu depan.
Susunan Pemain
Persik: Markus Horison (PG), Aris Indarto, Hamka Hamzah, Usep Munandar, Khusnul Yuli Kurniawan (Agus Susanto 71'), Mahyadi Panggabean (wawan Widiantoro 60'), Danilo Fernando (Captain), Harianto (Legimin Raharjo 64'), Ronald Fagundes, Cristian Gonzales, Budi sudarsono (Saktiawan Sinaga 58').
Perth Glory Australia: Petkovic Jason (PG), Amaral (Josip Madgic 45'), Tarka David (Mark Anthony 78'), Coyne Jamie, Dino Djulbic, James Robinson, Adrian Trinidad (Anthony Skorich 78') Adrino Pellegrino, James Downey, Hayden Foxe, Mark Lee. (fat/fat)











































