Menurut keterangan warga lingkungan Keboan, Suparlan (52) tabrakan terjadi saat arus lalu lintas dari arah Jombang cukup padat. Sebuah sepeda motor berusaha mendahului mobil di depannya, namun bus dari arah Surabaya melaju kencang.
"Kendaraan dari arah Jombang ke Surabaya cukup padat tapi lancar. Tapi saya tidak tahu apakah sepeda motor itu melewati garis pembatas jalan atau tidak saat tabrakan terjadi," kata Suparlan yang berprofesi sebagai buruh tani saat di lokasi.
Tabrakan pun tak bisa dihindari. Kerasnya tabrakan, menyebabkan Bus Cendana bernopol AE 7199 UB ringsek di bagian depan kanan bawah. Sementara kondisi sepeda motor jenis Supra bernopol L 3528 VC, ringsek dan terbelah jadi 2 bagian.
Ironisnya, petugas Satlantas Polresta Mojokerto tidak menemukan satupun identitas ketiga korban. Kedua korban tewas yakni seorang lelaki berusia sekitar 38 tahun dan seorang anak berusia 5 tahun.
Sementara seorang perempuan berusia sekitar 34 tahun mengalami luka parah. Kedua korban tewas dibawa ke RS Kamar Medika di Jalan Empunala, Mojokerto. Sedang korban luka parah dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Jalan Gajahmada, Kota Mojokerto.
Sementara sopir Bus Cendana, Ali Hasan (54) warga Desa Dagangan, Kecamatan Pagotan, Kabupaten Madiun, masih diperiksa di ruang Satlantas Polresta Mojokerto. (fat/fat)











































