Mayor Susika Tewas Tepat Anak Keduanya Dikhitan

Korban Kecelakaan Casa 212

Mayor Susika Tewas Tepat Anak Keduanya Dikhitan

- detikNews
Minggu, 29 Jun 2008 15:33 WIB
Mayor Susika Tewas Tepat Anak Keduanya Dikhitan
Bojonegoro - Kebahagiaan Murti (49), ibu kandung Mayor Susika Murdayanti berubah jadi duka mendalam. Betapa tidak, Murti mendapat kabar kecelakaan pesawat Casa 212 yang membawa anak tunggalnya bertepatan prosesi tasyakuran Iyas, anak kedua Susika yang dikhitan  Kamis (26/6/2008) lalu.

"Kamis pagi Iyas dikhitan di rumahnya Jakarta. Tapi malam harinya di sini diadakan tasyakuran. Tidak ada yang mengira atau punya firasat buruk pada Susika saat itu," ujar Bibi Mayor Susika, Sunarti (46) pada detiksurabaya.com di rumah kelahiran Susika di Dukuh Karang Jati, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (29/6/2008).

Dari pengakuan Sunarti, anaknya menjanjikan cucunya dikhitan bertepatan dengan liburan kenaikan kelas 6 SD. Namun bukan pesta khitan Iyas tapi justru berita kecelakaan Mayor Susika. Ibu 2 anak itu sedang bertugas dinas mengambil foto udara dengan pesawat Casa 212 milik TNI AU.

"Di tengah tasyakuran khitanan itu Mbak Murti dapat telpon kalau Susika kecelakaan pesawat. Malam itu juga Mbak Murti langsung berangkat ke Jakarta. Sampai sekarang masih menunggu di Bandara Halim," tambah Sunarti.

Menurut Sunarti, Murti sangat terpukul lantaran kehilangan anak satu-satunya hasil pernikahan dengan almarhum Lettu Dahlan Widayat. Ayah Mayor Susika meninggal dalam tugas dinas di Timur-Timur saat Susika masih berusia 5 tahun. Dengan susah payah Murti membesarkan Susika  hingga lulus sebagai sarjana teknik dari UGM Yogyakarta.

"Susika ditinggal bapaknya sejak usia 5 tahun. Ibunya banting tulang membesarkan Susika hingga lulus kuliah dan akhirnya menjadi tentara. Untungnya Susi itu anak yang cerdas dan penurut dengan orang tua," kenang Sunarti yang ikut mengasuh Susika kala sekolah SMP dan SMA.

Sunarti menyatakan tidak keberatan jika salah satu anak dari pasangan Mayor Susika Murdayati-AAG Nugroho itu dititipkan keluarga di Bojonegoro. Sebab anak-anak Susika membutuhkan sosok seorang ibu yang bisa digantikan oleh nenek mereka.

Sementara itu, meski belum jelas kapan jenazah Susika tiba di kampung halamannya, namun pihak keluarga telah menyiapkan upacara pemakaman. Malah, liang lahat untuk almarhumah telah selesai digali.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di tempat pemakaman milik keluarganya di Dukuh Karang Jati, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur. Lokasi makam tersebut hanya berjarak sekitar 80 meter dari rumah orang tua Susika.

"Kuburan Susika sudah digali berkat gotong-royong warga di sini. Juga ada anggota Koramil Kedungadem yang ikut menggali," kata paman Mayor Susika, Bambang Nuswantoro. (fat/fat)
Berita Terkait