Di antara PKL ini, ada satu stand atau warung yang menarik perhatian. Tulisan di depan warungnya terpampang jelas, Steamboat dan Syabu-syabu. Stand milik Nina Rahmatila ini memang khusus menjual menu ala 'Restoran Hanamasa'.
Di stand miliknya yang hanya berukuran 4 x 6 itu terdapat 5 meja. Seperti biasa ditemui di Restoran Hanamasa, Nina juga melengkapi mejanya dengan kompor dan panci steamboat.
Di daftar menunya cukup paket masalan ala negeri Sakura ini dipatok dengan harga yang bervariasi.
Tapi dijamin murah. Paket termahal adalah paket Steamboat Nadhing. Dengan bandrol Rp 50 ribu untuk dua orang bisa sepuasnya menikmati menu itu.
Kemudian ada Yakiniku. Untuk isi lengkap, ikan, cumi, udang, ayam, daging, hanya perlu merogoh kocek Rp 50 ribu.
Stand atau warung milik Nina di bisa dikatakan satu-satunya PKL di Jawa Timur yang menjual menu masakan Jepang.
"Mungkin saya yang pertama ya," kata Nina dengan tertawa saat ditemui, Sabtu (28/6/2008) malam. Warung 'Jepang' PKL ini didirikan Nina belum lama, sekitar Februari 2008. Dengan sabar dia mencoba mengenalkan menu Jepangnya kepada warga Sidoarjo.
"Sampai sekarang saya sudah mendapat pelanggan 400 orang. Ya warga sekitar Sidoarjo lah. Mungkin mereka males ke Surabaya terus milih di sini pas kepingin Yakiniku," kata wanita asli Jakarta yang sekarang tinggal di Perumahan Pondok Jati Sidoarjo ini. (gik/gik)










































