Menurut saksi mata, Hambali (42), saat itu korban hendak melintasi rel KA dengan membawa rumput. "Dari arah timur atau Surabaya, kereta Logawa warna biru-kuning tua melintas," kata Hambali yang kala itu sedang minum es tidak jauh dari lokasi.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, tubuh kakek Abdullah terlempar ke salah satu lahan pertanian, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Kondisi korban mengenaskan usai ditabrak KA Logawa bernomor log CC 20166 jurusan Surabaya-Purwokerto.
Setelah mengetahui Abdullah tewas tertabrak KA, anak korban, Susanto (28), datang ke lokasi yang tak jauh dari rumahnya. Susanto lalu mengamuk dengan membawa batu di kedua tangannya, sembari mengusir warga sekitar dan para wartawan.
"Pergi ini bukan tontonan, ini musibah. He wartawan, jangan mengambil gambar," kata Susanto kepada beberapa wartawan TV dan wartawan foto yang ada di lokasi. Tak lama berselang, warga dan para wartawan menjauh dari lokasi.
Saat mayat korban dibawa ke jalan raya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi tabrakan, Susanto kembali berulah. Kameramen JTV, Taufik Lubis (30) diancam Susanto dengan batu agar tidak mengambil gambar.
Begitu pula saat korban diletakkan di pinggir jalan saat menunggu kedatangan mobil ambulance. Susanto melempar batu ke salah satu pengguna jalan, yang melintas sambil melihat mayat. Batu itu tepat mengenai motor pengguna jalan tersebut.
Karena ambulance tidak datang, mobil pick up yang lewat pun diminta polisi mengantar mayat. Saat mayat kakek malang itu hendak diangkut, tidak ada warga yang membantu. Kecuali Susanto dan seorang polisi. Mayat korban lalu dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudirohusodo. (bdh/bdh)










































