"Cuaca buruk tidak mungkin karena untuk melakukan misi dan pemotretan kondisi cuaca pasti bagus," kata Ismet dalam keterangan pers di Kantor penerangan Skuadron 4 Abdurahman Saleh, Pakis, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/6/2008).
Ismet mengaku belum dapat memastikan mengenai penyebab lain atau human error dari insiden ini. Menurut dia, awak yang diterjunkan untuk melakukan misi survei dan pemotretan merupakan kru terbaik.
"Andaikan karena human error itu tidak mungkin," ujarnya.
Pesawat dengan 18 awak dan penumpang ini jatuh pada Kamis 26 Juni 2008. Radar pemantau pesawat milik Mabes TNI mulai kehilangan kontak saat pesawat berada di wilayah Gunung Salak, Bogor.
Mau mendiskusikan peristiwa ini lebih jauh? Gabung saja di forum.detiksurabaya
(ptr/fat)











































