"Dari catatan kita, 5 orang telah meninggal dunia antara usia 1 hingga 12 tahun. Dan usia yang menyerang penyakit ini antara 1 bulan hingga 64 tahun," kata Humas RSU Syaiful Anwar, Auragustini SKM kepada detiksurabaya.com, Jumat (27/6/2008).
Rata-rata, kata dia, korban yang meninggal kondisinya sudah parah atau masuk shock irefersibel, yang artinya memasuki masa gawatdan masuk saat dirujuk ke RS.
"Untuk itu perlunya peningkatan kesadaran masyarakat tanggap serta cepat dalam perubahan kondisi anak," imbuhnya.
Dari 5 pasien yang meninggal dunia, salah staunya meninggal tiga yang lalu atau tepatnya, Selasa (24/6/2008). Korban bernama Syaifullah (12), bocah sekolah dasar asal Desa Kedungmonggo, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, korban sempat dirawat di RS Wafa Husada Kepanjen setelah kondisi tubuhnya menurun. "Baru senin dini hari dirujuk di sini (RSSA), karena kondisinya menurun," kata paman korban, Dulsaid.
Padahal, kata Dulsaid, Senin (23/6/2008) siang keponakannya yang duduk di kelas V SDN Karangpandan, Pakisaji ini masih bermain layang-layang. "Jam 11 malam mendadak demam dan langsung dilarikan ke RS Wafa Husada," kenangnya. (fat/fat)











































