Puluhan massa yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga tersebut mendesak wartawan meralat berita dugaan pungli atas penerimaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Mimbaan, sehari sebelumnya.
Massa yang tercatat sebagai Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) penerima bantuan PKH itu masing-masing mendatangi Kantor Radio Bhasa FM dan Radio Suara Situbondo (SS).
Mengendarai sebuah truk, ibu-ibu RTSM itu langsung melabrak sang wartawan penulis berita dan memaksa untuk segera meralat pemberitaan tersebut.
"Berita pungli penerimaan uang PKH di Mimbaan itu sama sekali tidak benar. Kami tidak dipungut sepeser uang pun saat menerima bantuan. Tolong segera diralat
pemberitaan itu," teriak Buk Salma (47) salah satu RTSM saat mendatangi kantor Radio Bhasa FM.
Massa juga menggertak Dimam Wahyudi (35), reporter Bhasa FM, jika tidak meralat pemberitaan itu mereka akan kembali datang dengan jumlah massa yang lebih besar.
Massa juga meminta agar berita yang dianggap mencemarkan nama baik Kepala Kelurahan
Mimbaan, Herwan Eko Priyanto SH, segera dipulihkan.
Puluhan ibu-ibu RTSM itu kemudian mengalihkan aksinya ke Kantor Radio Suara Situbondo FM. Tanpa dikomando massa langsung merangsek ke ruang lobi utama studio
sembari berteriak mencari Sofyan Fenza, reporter radio milik Pemkab Situbondo itu.
"Semua awak radio memang sempat ketakutan atas kedatangan massa yang mengaku diperintah oleh Lurah Mimbaan itu. Kami sudah menjelaskan kalau berita pungli PKH sudah diimbangi konfirmasi dari Kepala Keluarahan Mimbaan," ungkap Sofyan Fenza, kepada detiksurabaya.com.
Berita dugaan pungli penyaluran bantuan PKH di Kelurahan Mimbaan memang sempat merebak. Hal ini atas pengakuan sejumlah RTSM yang ditemui saat pencairan dana PKH yang mengaku jumlah uang yang diterima sudah tidak utuh lagi.
"Katanya untuk biaya administrasi dan transportasi pengurusan untuk kelurahan dan kecamatan," tegas Nurdin (30), salah seorang RTSM. (gik/gik)











































