Selain melempari gedung rektorat dengan tomat, mahasiswa juga membakar sebuah ban mobil di depan kantor tersebut, dan menghalang-halangi mobil dinas sekolah tinggi yang akan keluar dari pelataran kampus.
Aksi tersebut memprotes kepemimpinan Ketua STAIN Jember, M Khusnuridho. Mereka menuding adanya dugaan korupsi di kepemimpinan tersebut. Oleh karena itu, para mahasiswa meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa pejabat di kampus itu.
"KPK harus turun tangan dan sebaiknys BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengaudit keuangan STAIN," kata koordinator aksi, Hasyim.
Menurutnya, dugaan korupdi itu diketahui dari laporan pertanggungjawaban yang dibacakan Khusnuridho beberapa waktu lalu. Para mahasiswa itu menduga adanya kebocoran dana sebesar Rp 14 miliar. "Katanya uang itu digunakan untuk sejumlah pembangunan tetapi tidak ada bangunan baru," tegas Hasyim. (bdh/bdh)










































