Ratusan Ayam di Blitar Positif Flu Burung

Ratusan Ayam di Blitar Positif Flu Burung

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 15:46 WIB
Blitar - Ancaman virus flu burung (Avian Influenza) belum juga hilang. Ratusan ayam di wilayah Kota Blitar secara bergiliran mati mendadak. Hal itu dialami ayam milik warga RT I RW II Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Blitar.

Mengetahui kejadian itu, Ketua RT I RW II Kelurahan Plosokerep, M Shodiq mengaku melaporkan kejadian ke kelurahan dan diteruskan ke Dinas Pertanian Kota Blitar.
Peristiwa itu bermula saat seorang warga, Suhadi (60) mendadak 11 ayam jagonya mati mendadak, Selasa (24/6/2008) kemarin.

"Setelah ayam tetangga samping rumah habis, keesokannya giliran punya saya," terangnya kepada detiksurabaya.com di rumahnya Kelurahan Plosokerep Blitar, Kamis (26/6/2008).

Bahkan setelah ayamnya mati mendadak, puluhan rumah di sekitarnya juga mengalami hal yang sama. Meski begitu dirinya tidak mengetahui jumlah pasti berapa ekor ayam yang mati akibat terkena serangan virus flu burung ini.

"Hampir setiap warga mengalami, hanya saja waktunya tidak bersamaan. Mungkin  jumlahnya ratusan, karena beberapa rumah yang memilki puluhan ayam juga mati," ujarnya.

Sementara itu sejak kemarin telah dilakukan penyemprotan disinfektan pada kandang ayam dan mengubur ayam-ayam yang telah mati. Warga pun berusaha melakukan pemusnahan bila ada tanda-tanda ayam yang mulai terjangkiti virus flu burung.

"Sejauh ini virus masih menyerang pada ayam saja, tidak terdapat ada yang menyerang burung maupun hewan-hewan lainnya," ungkapnya.

Saat ini dilakukan adalah penyemprotan Disinfektan pada beberapa kandang milik warga, sehingga mampu meminimalisir penyebaran dari virus tersebut.

Sementara Kabid Perlindungan dan Kesehatan Hewan Dinas pertanian Kota Blitar, Purworiyanto mengaku hasil pemeriksaan ayam-ayam itu positif flu burung.

"Jika terlihat gejala baru pada beberap ayam peliharaan, maka dengan secepatnya haru segera dimusnahkan," terangnya.

Tak hanya itu, dirinya mengharapkan agar mulai saat ini warga memelihara ayam di dalam kandang khusus. Sehingga ayam perliharaan warga tidak berkeliaraan di sekitar pemukiman.

"Sesuai Pergub Jatim No 3 tahun 2007 masyarakat dilarang keras memelihara unggas secara liar dan harus dikandangkan guna mencegah penularannya," katanya. (fat/fat)
Berita Terkait