Mahasiswa UGM yang Tersesat di Gunung Arjuna Dipulangkan

Mahasiswa UGM yang Tersesat di Gunung Arjuna Dipulangkan

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 14:52 WIB
Malang - Setelah mengalami disorientasi medan, delapan Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang dievakuasi Tim Satgana Pemkab Malang dari Gunung Arjuno dipulangkan.

Delapan mahasiswa itu adalah Sukandar Primandanu (19), asal Kebumen, Jateng, Rusman (27), asal Sleman, Yogya, Bolang (18), asal Pangkal Pinang, Ferdi (27), Padang, Purba (20), Sleman, Unty (18), Surabaya, dan Yeni Utari (19), Purworejo, Jateng, serta Lusi (19), asal Purworejo.

Menurut Subagyo, Kepala Bagian Sandi dan Telekomunikasi Pemkab Malang, pihaknya telah memulangkan kedelapan mahasiswa itu ke Yogyakarta pada Rabu (25/6/2008). "Setelah kita memastikan kondisi mereka baik, maka kita langsung pulangkan," kata Subagyo saat ditemui di kantor Pemkab Malang.

Dijelaskannya, sebelum tersesat, delapan pendaki ini mendaki Gunung Arjuno melalui jalur Welirang. Yaitu melewati kawasan Tretes, Pandaan. Selanjutnya, saat menginap di Pinus Sewu Unty salah satu pendaki mengalami kesurupan.

"Dia (Unty, red), juga mengalami hipertemia serta luka pada kaki kanan dan bagian jari kuku kakinya terkelupas. Itu langsung membuat semua rekannya panik hingga mengalami disorientasi medan," tutur Subagyo.

Untungnya, lanjut Bagyo, salah satu rekan korban yang membawa Handy Talkie (HT) dapat masuk ke jalur frekuensi Rapi (Radio Penduduk Indonsia) warga Lawang dan meneruskan ke pihaknya.

"Kita langsung berangkat bersama satgana dan berhasil menemukan mereka dengan kondisi selamat. Mereka di pos Gombes di bawah pos pinus sewu tempat sebelumnya mereka memberi kabar," tuturnya.

Petugas Satgana beranggotakan lima orang ini kemudian membawa delapan pendaki turun melalui jalur singkat melewati daerah Braksang hingga kawasan kebun teh Wonosari, Lawang.

"Saat sampai, mereka kami bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan medis, dan menginapkan di kantor Kecamatan Lawang," tegas Subagyo. (bdh/bdh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.