Belum jelas sumber isu tersebut. Namun warga sebagian besar menyakini jika kabar itu benar. Sebab sebagian besar warga melihat penampakan pocong itu. Imbas kemunculan hantu pocong tersebut, warga sentra nelayan di Palang ini setiap malam siaga. Mereka begadang setiap di sudut kampung, sambil membawa lampu senter.
"Sudah banyak warga yang dengar dan bahkan ada yang melihat sendiri," kata Rosidin, salah satu warga Ngaglik yang ditemui detiksurabaya.com di kampungnya, Rabu (25/6/2008). Dia menyebut nama Ninik, sebagai salah satu saksi mata. Sayangnya, Ninik tak bisa dijumpai saat detiksurabaya.com ingin mengorek keterangan.
Warga setempat menyakini hantu pocong yang sudah menjadi buah bibir di kampungnya itu adalah hantu jadi-jadian. "Ini jelas ulah seseorang yang mengambil pesugihan. Sebab, hanya rumah-rumah warga yang memiliki uang banyak. Habis menjual motor atau barang berharga lainnya yang didatangi," tambah Rosidin.
Kabar yang beredar di warga, hantu tersebut kepalanya terikat kain kafan berwarna putih menyerupai pocong. Sedangkan pakaian bawahnya seperti daster dengan ukuran kedodoran. Hantu tunggal tersebut seperti informasi yang beredar di masyarakat selalu melayang dan begitu hinggap di rumah warga yang berduit, langsung menghilang.
Beberapa menit kemudian, hantu tersebut muncul lagi di atas genteng rumah. Untuk selanjutnya pergi seperti terbang ditiup angin. Oleh karena itu pula, banyak warga menyimpulkan bahwa hantu pocong tersebut bermaksud menjarah harta benda.
Namun meski kabar hantu telah beredar hampir 8 hari ini namun belum ada laporan warga yang telah kehilangan duit atau barang berharga lainnya bersamaan kemunculan hantu tersebut.
Untungnya, menurut Kastono nelayan setempat, saat ini sedang musim paceklik ikan bersamaan keluarnya bulan. Sehingga banyak nelayan tak melaut, sehingga saban malam bisa berjaga bersama warga lain di poskamling. "Hampir tiap malam kita bersama-sama jaga kampung," kata Kastono.
Sedangkan Ustadz Muhammad Arifin, tokoh masyarakat Palang menyatakan, kabar munculnya hantu pocong adalah ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Meskipun kalau Tuhan menghendaki, apapun bisa terjadi. Ia mengimbau agar aparat keamanan segera turun untuk menentramkan warga.
"Ah tidak mungkin hal semacam itu ada, jangan percaya isu yang belum terbukti kebenarannya. Kita harus tetap mendekatkan diri kepada Allah, agar diberi jalan yang terang di saat kondisi keimanan kita ditempa berbagai cobaan," katanya.
(gik/gik)










































