Guna memastikan kematian korban, pihak balai membawa jenazah warga Jalan Bedali, Kecamatan Rande, Kabupaten Ngawi ini ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang untuk diotopsi.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Lilik serta Usman rekan almarhum dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Mulanya, Lilik serta Usman curigai dengan pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Tak mendapat tanggapan dari dalam kamar mandi, rekan-rekan korban kemudian mendobrak pintu dari luar. egitu pintu kamar mandi terbuka, tubuh Srianto sudah ditemukan terbujur kaku di lantai kamar mandi.
Diduga korban tewas karena penyakit yang dialami sebelumnya. "Sebelumnya korban mengeluh perutnya akit, terus izin untuk tidak mengikuti acara pelatihan," kata Usman kepada wartawan di kamar mayat RSSA Malang.
Sebelumnya, korban sejak Senin (23/6/2008) mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Peternakan Kota Batu berlokasi di Jalan Songgoriti, Kota Batu.
Namun, selama sehari itu korban sering mengeluh pada perutnya. Rekan-rekan korban sendiri hanya mengira korban sakit perut biasa. "Kalau mempunyai riwayat penyakit apa, saya tidak tahu, yang jelas hanya mengeluh sakit pada perutnya," imbuh Usman. (bdh/bdh)











































