Diserang Hama Tikus, Ratusan Hektar Sawah Panen Dini

Diserang Hama Tikus, Ratusan Hektar Sawah Panen Dini

- detikNews
Senin, 23 Jun 2008 09:00 WIB
Tuban - Lebih dari 200 hektar sawah milik petani di beberapa dusun di Kabupaten Tuban terpaksa panen dini. Sawah-sawah ini miliki petani yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Para petani mengaku, beberapa hari ini sawah mereka diserang hewan pengerat sehingga harus memanen dini. Padahal seharusnya, padi itu baru dipanen pada minggu depan.

Serangan paling ganas terjadi di wilayah Dusun Glonggong, Campedan dan
Sugihan di Desa Sumberejo, dan Desa Campurejo di Kecamatan Rengel.

"Saban malam kami harus berjaga dari serangan ribuan tikus, Saya tidak mengerti, kenapa kelompok tikus besar-besar ini tiba-tiba datang,” kata Sardi (46) petani asal Dusun Glonggong saat ditemui detiksurabaya.com di sawahnya, Senin (23/06/2008).

Dia bersama para petani tetangganya terpaksa memanen padinya, meski seharusnya hasil panennya baru dipetik satu hingga dua minggu lagi.

"Baru kali ini, petani harus berkejaran memanen padinya dengan tikus. Sebelumnya belum ada serangan tikus seperti kali ini," sergah Sumani (39), petani asal Dusun Campedan secara terpisah.

Untuk menjaga sawahnya, para petani saban malam harus menunggui sawahnya. Tak hanya itu, mereka juga membuat bedhengan (saluran kecil) mengelilingi sawahnya. Saluran tersebut, dipasang aliran listrik dari rumah penduduk agar jika kawanan tikus mendekat mati kesetrum.

"Sudah begitu saja, tetap saja mereka bisa masuk. Ini yang membuat pusing," kata Riyanto petani asal Campurrejo.

Hasil panenan pun menyusut. Jika sebelumnya per hektar mampu menghasilkan 8 ton. Kini akibat dimangsa tikus rata-rata berkurang tinggal 6 hingga 7 ton. (fat/fat)
Berita Terkait