Tak lama berselang, bruak... mobil Suzuki Katana berpenumpang tiga orang ini langsung disambar kereta yang melaju cukup kencang. Akibatnya, badan mobil sempat terseret hingga lebih dari 5 meter dan hancur.
"Sebelumnya warga sudah memperingatkan kalau ada kereta yang mau lewat. Tapi pegemudi terus melanjutkan perjalannya. KA menghantam bodi mobil bagian belakang sebelah kanan. Mobil terseret 5 meter dan hancur," kata petugas Polsek Wonoasri Aiptu Sayid kepada detiksurabaya, Minggu (22/6/2009).
Akibat tabrakan maut ini, Anwar bersama anaknya bernama Yayan tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan istrinya Rawiyah (40) yang mengalami luka patah tulang dan trauma kepala masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Waluyo Mejayan Madiun.
Kejadian naas yang menimpa Anwar sekeluarga ini terjadi saat mereka akan kembali pulang ke Bendungan Kudu, Jombang seusai mengahdiri acara khitanan di rumah keluarganya yang ada di kawasan Pucung Wonoasri Madiun.
Namun, saat mobil berwarna merah dengan nopol W 1329 NL tengah melewati perlintasan KA di Dusun Pucung Desa Wonoasri Kabupaten Madiun yang tanpa dilengkapi palang pintu ini langsung disambar kereta yang akan menuju Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB. (bdh/bdh)











































