Anwar bersama anaknya yang belum diketahui namanya meninggal dunia di lokasi. Sedangkan istrinya Rawiyah (40), mengalami luka patah tulang dan trauma kepala, dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Panti Waluyo Mejayan Madiun.
Mobil Suzuki Katana warna merah dengan nopol W 1329 NL yang ditumpanginya itu dihantam KA Logawa di perlintasan KA di Dusun Pucung Desa Wonoasri Kabupaten Madiun sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (22/6/2008).
"Korban usai menghadiri hajatan khitanan di saudaranya. Jarak tempat hajatan dengan lokasi kejadian sekitar 20 meter," kata petugas Polsek Wonoasri Aiptu Sayid kepada detiksurabaya.
Sayid menuturkan, sebelum kejadian itu, warga di sekitar lokasi sudah berupaya meneriaki korban jika ada kereta api yang akan melewati perlintasan yang tidak dilengkapi dengan palang pintu KA.
Namun, Anwar pengemudi mobil Katana itu tidak menghiraukan teriakan warga. Akibatnya tabrakan tidak terelakan lagi. "KA menghantam bodi mobil bagian belakang sebelah kanan. Mobil terseret 5 meter dan hancur," katanya.
Suasana gembira itu akhirnya berbuah duka. "Keluarga mereka banyak yang menangis karena kerabatnya menjadi korban kecelakaan kereta api," terangnya. (bdh/bdh)











































