Pengrusakan Diduga Dipicu Isu Santet

Polsek Talango Diserbu Warga

Pengrusakan Diduga Dipicu Isu Santet

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2008 10:47 WIB
Sumenep - Pengrusakan kantor Polsek Kepulauan Talango, Sumenep, Madura oleh 750 orang asal Desa Cabbiyah, Talango, Sabtu malam (21/6/2008) kemarin diduga kuat karena isu santet.

Kapolres Sumenep AKBP Darmawan pada detiksurabaya mengatakan, pengrusakan kantor polsek oleh ratusan warga dengan cara melempar batu, karena salah seorang warga yang terlibat pengrusakan rumah dukun santet pada malam sebelumnya diamankan
petugas.

"Warga tidak terima kalau pelaku pengrusakan rumah dukun santet ditahan. Makanya, mereka langsung menyerang polsek dengan cara melempari batu dan kayu," ujar Darmawan di Kantor Polsek Talango, Jalan WR Supratman, Minggu (22/6/2008).

Menurut dawmawan, sejak awal, polsek bersama tokoh dan Badan Perwakilan Desa (BPD) Cabbiyah sudah berusaha mencari solusi agar Dahri (65) warga setempat yang diduga mempunyai ilmu santet diasingkan ke Jakarta.

Namun, warga masih tidak puas hingga akhirnya rumah dukun santet itu dirusak. Karena ada tindakan kriminal yang diduga dilakukan Anam (47), warga setempat, maka polisi melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan, tapi warga malah melempari kantor polsek dan meminta Anam dilepas.

Akibat aksi tersebut, kantor Polsek Talango yang sempat dihujani batu, membuat kaca depan dan samping ruang penjagaan hancur. Bahkan, genting, kaca ruang kapolsek juga hancur, serta mobil patroli rusak dan nyaris remuk.

Lemparan batu gunung dan serpihan kaca juga melukai kaki kiri Kapolsek Talango, AKP Edy Heryanto hingga mengeluarkan darah.

Sementara, penyindik Polres Sumenep terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap delapan pelaku yang sudah ditangkap. Tidak menutup kemungkinan akan ada warga lain yang akan diamankan petugas.

"Saat ini anggota saya masih mencari pelaku lain yang ikut melempari kantor polsek," pungkas AKP Edy Heryanto. (bdh/bdh)
Berita Terkait