Angka terbanyak ketidak lulusan di wilayah kabupaten mencapai 352 murid tersebar di 44 sekolah SMP dan MTs baik negeri maupun swasta atau 5,14%. Di wilayah kota, hanya 71 murid atau 1,8 % tersebar di 13 sekolah SMP dan MTs.
Kasubdin Pendidikan Dasar Dinas P dan K Kota Madiun, Karni mengatakan, tingginya angka ketidak lulusan ini dikarenakan tingginya angka standart kelulusan yang dirasakan para murid .
"Pada dasarnya alasan utama tingginya ketidak lulusan di Madiun karena tingginya nilai kelulusan yang banyak dikeluhkan murid," jelasnya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (21/6/2008).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Drs Mardi menjelaskan untuk wilayah kabupaten dipengaruhi kondisi orang tua murid.
"Kalau di Kabupaten beda dengan di Kota ya, kemampuan wali murid yang tergolong kurang mampu merupakan pengaruh, karena 50 % dari 352 yang tidak lulus tergolong keluarga miskin," katanya.
Sedangkan nilai yang paling rendah yang diperoleh siswa yakni Matematika dengan nilai 1,75. Sementara bagi sekolah terbaik di wilayah Kabupaten diraih oleh SMPN 1 Mejayan dengan nilai tertinggi 38,60 dan wilayah kota nilai tertinggi di raih oleh SMPN 2 dengan nilai 37,88. (fat/fat)











































