Semen Gresik Gunakan Limbah Pertanian untuk Bahan Bakar

Semen Gresik Gunakan Limbah Pertanian untuk Bahan Bakar

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2008 16:16 WIB
Semen Gresik Gunakan Limbah Pertanian untuk Bahan Bakar
Tuban - Langkah antisipasi terhadap pemanasan global telah dilakukan PT Semen Gresik Tbk (PT SG). Pabrik semen yang berproduksi di Tuban ini mulai menggunakan sekam padi sebagai alternatif bahan bakar produksi.

Pengambilan bahan baker sekam, jerami dan kulit kacang ini diambil dari wilayah pertanian yang ada di Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan. Dari target 30 persen, PT SG sudah 15 persen menggunakan bahan baker alternatif pengganti batu bara tersebut.

"Bahan baker alternatif ini sebagai langkah perusahaan agar produksi bisa lebih ramah lingkungan. Selain itu juga bisa menjalin kerjasama dengan petani yang ada di sekitar," kata Dirut PT Semen Gresik Dwi Sutjipto kepada detiksurabaya di sela-sela Launching Pemakaian Bahan Bakar Alternatif di pabrik semen PT SG di Tuban, Jawa Timur, Jumat (20/6/2008) siang.

Dikatakannya, penggunaan bahan bakar alternatif ini bertujuan sebagai subtitusi bahan bakar fosil yang harganya makin mahal. Sekaligus mendukung pengurangan efek global warming yang saat ini menjadi isu utama dunia. Yang terpenting, dengan penggunaan energi alternatif dapat meningkatkan efisiensi, terutama penggunaan batu bara.

Selain sekam dan jerami padi, menurut Direktur Litbang dan Operasional PT SG Suharto, bahan baker alternatif yang dilakukan adalah dengan menggunakan limbah pabrik rokok. Saat ini PT SG telah menggandeng pabrik rokok HM Sampoerna untuk kepentingan penggunakan bahan bakar alternatif.

Dari pabrik rokok berbasis di Surabaya ini, PT SG mendapat kiriman limbah rokok sebanyak 5-10 ton per hari. Sedangkan untuk sekam dan jerami didapat dari tiga wilayah kabupaten (Lamongan, Tuban dan Bojonegoro) sebanyak 40-50 ton sehari.

Kebutuhan batu bara PT SG dengan kapasitas produksi sebanyak 8,2 juta ton per tahun, saat ini membutuhkan sebanyak 1,5 ton. Dari jumlah itu bakal terkurangi untuk tahap awal sebanyak 15 persen, karena disubtitusi bahan bakar alternatif.

Menurut Direktur Produksi PT SG Suparni, saat ini masih berkonsentrasi pada penggunaan bahan bakar limbah pertanian. Karena dengan program ini bisa membantu petani sekitar pabrik dan daerah sekitarnya.

"Dari limbah pertanian dari tiga kabupaten saja kita bisa menerima sampai 800.000 ton per tahun," ungkapnya.

Suparni menambahkan, penggunaan bahan bakar alternatif ini akan bisa mengurangi biaya produksi. Sehingga bisa berdampak pada menurunnya harga jual produksi.

Foto: Dirut PT Semen Gresik Tbk Dwi Sucipto, me-launching penggunaan bahan baker alternatif untuk produksi semen di Tuban/TB Utama (bdh/bdh)
Berita Terkait