Meski tak melaporkan kejadian ini ke polisi, keluarga korban tetap menuntut pertanggungjawaban keluarga pelaku untuk menanggung seluruh biaya perawatan di rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi saat bocah yang masih duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak keluar rumah dengan menenteng senapan angin.
Karena tak tahu barang yang dibawanya berbahaya, anak pasangan pasutri Syamsudin (40) dan Susiati (34) itu mengarahkan moncong senapan angin tersebut ke arah Siti Sakdiah yang sedang menggendong anaknya, M Alim. Tiba-tiba, senapan itu meletus dan Siti langsung tersungkur.
Mendengar suara letusan, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian langsung menengok keluar dan melihat Siti terjerembab di tanah dengan anaknya yang terus menangis. Akibat tembakan sang bocah, dia menderita luka pada bagian dagu hingga tembus leher belakang.
Guna menyelamatkan korban, warga sekitar langsung melarikannya ke RS Rahma Medika di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Beruntung nyawa korban dapat diselamatakan, karena peluru yang menembus leher korban berukuran kecil dan korban lekas mendapatkan pertolongan.
Menyikapi kejadian yang menimpa dirinya, Siti dengan besar hati dapat memakluminya, karena yang menembak adalah anak-anak. Namun Siti menyayangkan sikap orang tua sang bocah yang dinilainya teledor.
"Ya biasanya dia bawa senapan keluar rumah. Saat kejadian saya pikir juga kosong gak ada pelurunya. Yang membuat saya heran, kenapa sudah sering anaknya membawa tembak, kok orang tuanya tidak hati-hati," kata Siti saat ditemui detiksurabaya di RS Rahma Medika, Jumat (20/6/2008).
Tanggapan serius justru diberikan suami Siti, Imam Baidhlowi yang dengan tegas meminta pertanggungjawaban keluarga pelaku penembakan istrinya.
"Saya pikir nggak perlu dilaporkan ke polisi, karena kita bertetangga. Tapi saya minta, pokonya semua biaya rumah sakit dan perawatan harus dibayari," ujar Imam Baidhlowi dengan berapi-api.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan keluarga pelaku enggan bertanggung jawab, Imam Baidhlowi tak ingin berandai-andai. Menurutnya hubungan tetangga yang baik diyakininya akan membuat orang tua pelaku bersedia menanggung seluruh biaya perawatan istrinya.
Sementara keluarga pelaku ketika dikonfirmasi di rumahnya mengatakan, sangat meminta maaf atas kejadian yang menimpa tetangganya. Mereka juga bersedia menanggung biaya perawatan korban di rumah sakit. (bdh/bdh)











































