Kematian Thomas Suharjo (63) itu diketahui istrinya sendiri, Suwarni (47). Saat itu, Suwarni yang sehari-hari bekerja di Bali baru tiba di rumahnya pukul 10.30 WIB, setelah sebulan lalu pulang.
"Saya berkali-kali mencoba membuka pintu namun gagal. Akhirnya meminta tolong tetangga dan saat berhasil membuka pintu, tercium bau tidak sedap," kata Suwarni kepada wartawan saat di lokasi, Jumat (20/6/2008).
Rupanya, kata dia, suaminya tergeletak di lantai dengan beralaskan tikar dalam kondisi sudah membusuk. Mayatnya tertelungkup di atas tikar dan bantal. Saat ditemukan korban hanya mengenakan celana pendek berwarna putih. Di bagian telinga dan mulut mengeluarkan cairan. Kuat dugaan cairan itu keluar akibat korban itu terlalu lama tergeletak di tempat itu.
Suwarni mengaku, dirinya bertemu suaminya satu bulan lalu tepatnya 10 mei. Saat itu suaminya dalam kondisi sehat, meski mengidap penyakit komplikasi seperti darah tinggi, kencing manis dan ginjal. "Saya biasanya pulang dari Bali satu bulan sekali," tambahnya.
Dijelaskan oleh Suwarni, dirinya mendapat firasat lima hari lalu. Dia bermimpi melihat suaminya mengenakan selimut warna putih. Namun Suwarni tak menghiraukan, sebab sebelumnya mendapat kabar suaminya lebih gemuk.
Sementara tetangga korban, Ali Surachman mengaku bertemu terakhir kali dengan korban yang dikenal tertutup, Senin (16/6/2008). "Saya melihat dia keluar dengan sekitar pukul 06.00 WIB," kata Ali.
Sementara tim identifikasi Polres Banyuwangi tidak menemukan tanda-tanda korban dibunuh. "Kemungkinan karena sakit komplikasi seperti yang disampaikan oleh istri korban, tapi tetap kita lakukan visum," ujar KBO Reskrim Polres Banyuwangi Iptu Sudarsono. (fat/fat)










































