Seperti diberitakan detikcom, seorang wanita bernama Rebiyani (38) menghebohkan warga Jl Gunung Sanghyang, Denpasa, Bali, Selasa (17/6/2008).
Pasalnya dia nekat akan bunuh diri dengan memanjat tower setinggi 42 meter. Karuan saja aksi nekat wanita tersebut menyedot perhatian warga.
Mereka berdatangan ke sekitar tower yang letaknya hanya beberapa puluh meter dari Mapoltabes Denpasar. Tindakan nekat Rebiyani pertama kali diketahui seorang bocah laki-laki pada pukul 09.30 WIB.
Bocah yang merupakan anak dari warga sekitar tower mengira Rebiyani layang-layang yang tersangkut di tower. Dia pun segera memberitahu orang tuanya.
Tak lama bersama, bocah tersebut kembali bersama ayahnya ke tower. Namun saat dilihat lebih detil, benda yang dikira layang-layang oleh si bocah itu ternyata seorang wanita.
Dalam waktu singkat, anggota SAR Brimob Poltabes Denpasar dan Basarnas tiba. 6 Orang petugas naik ke atas menyusul Rebiyani yang saat itu masih beberapa meter dari puncak.
Melihat ada orang naik, Rebiyani justru semakin nekat. Dia naik ke ujung tower milik PT Solusindo Kreasi Pratama itu.
Berkat kecekatan petugas, wanita itu akhirnya bisa didekati. Tapi saat petugas akan mengikat tubuhnya, Rebiyani kembali berontak.
Beruntung petugas bertindak sigap dan berhasil mengikat Rebiyani. Proses penyelamatan Rebiyani lumayan lama. Sebab petugas harus ekstra hati-hati saat membawanya turun. Evakuasi Rebiyani berakhir sekitar pukul 13.00 Wita.
Sedangkan di Banyuwangi, seorang wanita dengan nama yang sama juga naik ke tower milik Smart Telecom setinggi 72 meter.
Dari tas miliknya, polisi menemukan kartu identitas atas nama Rebiyani, tinggal di Sragen, Jawa Tengah.
Wanita ini memanjat tower pukul 06.00 WIB. Dari atas tower yang ada di Jalan Lingkar Ketapang itu dia sempat membuang selembar tiket KA Mutiara Timur, Surabaya-Banyuwangi.
Apakah ini hanya kebetulan nama yang kembar ataukah orang yang sama? Rebiyani belum bisa dikonfirmasi. Dia saat ini tertidur di ruang penjagaan Mapolsek Kalipuro Ketapang setelah berhasil dievakuasi paksa.
(gik/gik)











































