Namun diduga dia adalah salah satu penumpang kereta api. Indikasi itu terlihat dari selembar tiket KA Mutiara Timur, Kamis (19/6/2008) pukul 10.00 WIB.
Dalam tiket yang dibuang dia dari puncak tower, tertera Rabu, 18 Juni 2008 jurusan Surabaya - Ketapang Banyuwangi. Selain membuang tiket KA, dia juga melemparkan uang receh Rp 100 ke kerumunan warga yang sejak pagi menontonnya.
Barang bukti tiket KA itu diamankan Kapolsek Kalipuro, AKP Sutopo yang siaga bersama anak buahnya di bawah tower milik Smart Telecom. Sutopo menduga wanita misterius yang kemungkinan stres itu berasal dari kota lain.
"Jika dilihat dari tiketnya, kita menduga sementara jika wanita ini bukan warga Banyuwangi," katanya kepada wartawan.
Kabar adanya wanita yang hendak bunuh diri dengan memanjat tower itu mengundang salah satu keluarga Sarmi (61) asal Kelurahan Bulusan, Banyuwangi.
Mereka tiba di lokasi untuk membuktikan jika wanita misterius itu anggota keluarganya yang tidak pulang sejak Rabu (18/6/2008).
Sarmi sebelumnya menduga jika wanita itu adalah anaknya yang bernama Nur Hayati.
Namun saat ditunjukkan gambar yang berhasil direkam oleh wartawan, Sarmi (61) hanya menggelengkan kepala.
"Dia bukan anak saya. Ciri-ciri anak saya tidak seperti itu. Anak saya rambutnya lebih pendek," jelas Sarmi.
Setelah mengetahui bukan anaknya, Sarmi dan beberapa kerabatnya langsung meninggalkan lokasi. (fat/gik)










































