Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Purwanto kekeringan lahan sawah ini disebabkan ulah petani yang tetap menanam padi saat musim kemarau. Karena aliran iringasi mulai menyusut, sehingga pembagian air irigasi tidak mencukupi.
Saat memasuki musim kemarau, sebagian petani dihimbau untuk beralih menanam tanaman palawija dan tanaman lain yang tidak membutuhkan banyak air. Petani juga harus mentaati pola tanam yang disepakati kelompok tani.
"Seharusnya selama setahun, tanaman harus diselang-seling. Misalnya padi-padi-palawija, palawija-padi-padi atau padi-palawija-padi," kata Purwanto saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (19/6/2008).
Agar persediaan air irigasi mencukupi, petani juga diimbau untuk mengikuti rencana tata guna air yang ditetapkan panitia irigasi di setiap kecamatan. Bila ketentuan ini dilanggar maka dikhawatirkan lahan sawah yang mengering akan semakin luas.
Selain menggunakan air irigasi secara bergilir, petani juga diharapkan menggunakan air bawah tanah dengan menggunakan mesin pompa. Tujuannya, agar persediaan air selama musim kemarau ini mencukupi untuk mengairi sawah seluas 59 ribu hektar lebih.
Purwanto berharap, produktivitas gabah di Kabupaten Malang tetap stabil dan mengalami surplus. Sebelumnya, tahun 2007 produksi gabah di Kabupaten Malang surplus mencapai 7 ribu ton. Padahal, sebelumnya total produksi gabah selama setahun sekitar 5 ribu ton. (fat/fat)











































