Tuntut Ketegasan KPUD Kediri, 2 Orang Pendemo Tertembak

Tuntut Ketegasan KPUD Kediri, 2 Orang Pendemo Tertembak

- detikNews
Senin, 16 Jun 2008 10:47 WIB
Kediri - Aksi demonstrasi menuntut ketegasan KPUD pecah di depan Balaikota Kediri, Jalan Basuki Rahmad. Kerusuhan menuntut ketegasan KPUD mulai terjadi setelah petugas pengamanan dari Satpol PP yang melakukan pengamanan awal gagal membendung para demonstran yang mulai bertindak anarkis.

Bahkan, satuan Dalmas yang didatangkan juga tak berhasil membendung aksi ratusan demonstran.

Untuk menghindari kerusuhan semakin meluas, didatangkan alat berat dan personel pengamanan yang lebih besar. Petugas dalam pengamanan lanjutan juga menembakkan peluru karet untuk menghalau demonstran. Dua demonstran mengalami luka tembak dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Jangan salah sangka dulu, karena semua ini hanya terjadi dalam simulasi pengamanan pemilihan kepala daerah dalam rangka menyongsong pemilihan gubernur Jawa Timur 2008, serta pemilihan Walikota Kediri, yang digelar oleh Polresta Kediri bekerjasama dengan Makodim 0809, serta Satuan Brimob Kompi C Kediri.

Dalam simulasi antisipasi kerusuhan pilkada tersebut, 700 personel gabungan dari Polresta, Makodim 0809 dan satuan Brimob dikerahkan. Selain itu, dalam simulasi juga dikerahkan berbagai alat berat penghalau kerusuhan, seperti Water Canon, kawat
Berduri hingga Mobil Trantis Dalmas.

Kapolresta Kediri AKBP Dedi Prasetyo seusai simulasi pengamanan pilkada mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk persiapan melakukan pengamanan menjelang dilaksanakannya pemilihan gubernur pada tanggal 23 Juli mendatang, dan pemilihan
Walikota Kediri yang akan digelar pada tanggal 23 Oktober mendatang.

"Kita tidak ingin kecolongan dengan aksi yang akan merusak kota, dan untuk itu persiapan matang kita lakukan termasuk dengan mengadakan simulasi ini. dengan kegiatan ini, personil kami harapkan telah siap, apabila krusuhan benar-benar terjadi," katanya tegas, Senin (16/6/2008).

Dedi Prastyo yang merupakan mantan Kasubbag Reskrim Polwiltabes Surabaya tersebut menambahkan, sekecil apapun potensi kerusuhan yang akan muncul, tetap harus diantisipasi dengan persiapan yang matang.

Ketika disinggung mengenai potensi kerusuhan yang mengancam dalam pilkada mendatang, Dedi Prasetyo mengaku hal tersebut sangat terbuka, apalagi pemilihan secara langsung dengan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, gesekan-gesekan yang terjadi sejak massa kampanye dapat memicu terjadinya kerusuhan. (bdh/bdh)
Berita Terkait