Kenaikan harga bahan baku, seperti pewarna, malam dan kain melonjak hingga 50 hingga 100 persen. Sementara tingkat penjualan batik tulis asli Tuban tersebut, mengalami penurunan drastis.
Sejumlah perajin batik Gedhok yang ditemui detiksurabaya di sentra batik Tuban di wilayah Kecamatan Kerek menyatakan, saat ini tinggal perajin berusia tua yang masih bertahan. Kondisi itu terjadi setelah penjualan batik lesu ditengah masyarakat.
Sudah dalam kondisi demikian, harga bahan-bahan untuk membuat batik belakangan ikut-ikutan naik. Sehingga makin memperpuruk nasib perajin batik di wilayah setempat.
"Sebenarnya kita membatik ini, dalam keadaan terpaksa karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan. Namun, kalau harga bahannya sekarang tinggi, siapa yang sanggup meneruskan membatik," keluh Mbah Rukayah (67), perajin batik asal Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Sabtu (14/6/2008).
Hal senada diungkapkan, perempuan perajin batik lain di desa sentra batik Tuban tersebut. Menurut mereka, yang paling berdampak buruk terhadap nasib perajin batik adalah masalah penjualan.
Sudah beberapa tahun terakhir, hasil batik tradisional Tuban yakni Batik Gedhok sulit laku dipasaran. Sebab, dibanding harga batik cap produk luar lebih laku dipasaran karena harganya relative murah.
Sedangkan harga batik tulis jenis Batik Gedhok, untuk setiap lembarnya bisa mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Untuk batik yang bahan kainnya dari sutera, harganya bisa mencapai Rp 300.000 lebih per lembar. Sebab, disamping dikerjakan penuh ketelatenan, untuk menyelesaikan selembar batik butuh waktu hingga 2 bulan.
Kalau sedang musim hujan juga lebih lama, karena perajin batik di sini masih menggunakan panas matahari untuk mengeringkannya," kata para perajin batik lain secara terpisah.
Padahal nilai seninya sangat tinggi dan khas. Diantaranya, batik bikinan warga lereng perbukitan kapur Tuban bagian barat selatan ini, banyak memunculkan ornamen laut berikut isinya, burung dan batangan pepohonan perdu.
Foto: Seorang wanita tua mengerjakan Batik Gedhok/ TB Utama (bdh/bdh)










































