Wilayah yang terparah terkena dampak abu vulkanik adalah Kecamatan Poncokusumo yang terletak di lereng Gunung Semeru.
Para petani di Poncokusumo mengeluhkan tanaman sayuran dan buah apel mulai terkena dampak buruk abu vulkanik. Abu vulkanik ini menyebabkan tanaman sayuran mati membusuk dan tanaman apel gagal berbuah.
"Produktivitas buah apel merosot hingga 20 persen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang Purwanto kepada detiksurabaya, Jumat (13/6/2008). Rata-rata setiap hektar tanaman apel, para petani bisa memanen antara 8 ton hingga 10 ton.
Untuk mencegah kerusakan tanaman pertanian lebih parah, Purwanto menyarankan petani untuk sesering mungkin menyirami tanamannya. Tujuannya untuk membilas daun tanaman dari abu vulkanik. "Bila abu yang menempel di daun hilang, maka ancaman kerusakan tanaman akan berkurang," jelasnya.
Sedangkan, para petani apel telah memanfaatkan teknologi pertanian dengan irigasi sprayer. Yakni, alat penyemprot tanaman apel yang mampu membilas tanaman dari abu vulkanik yang menempel di daun, buah dan bunga tanaman apel.
Meski abu vulkanik bisa merusak tanaman sayuran dan apel petani di Poncokusumo, ternyata abu vulkanik juga dibutuhkan petani. Tanah yang tertutupi abu vulkanik menjadi subur dan hasil produksi tanaman menjadi lebih bagus. (bdh/bdh)










































