Massa yang terdiri dari aktifis PMII, KNPI dan BEM Unijoyo menganggap kenaikan tarif jasa penyeberangan yang mencapai 28,91 persen dinilai memberatkan masyarakat Madura.
Pengunjuk rasa juga menolak rencana pembatasan operasi kapal Feri yang hanya 16 jam dalam satu kali 24 jam. Sebab, aktifitas pengguna jasa penyeberangan hampir selama 24 jam.
Korlap aksi Syaiful Arif dalam orasinya mengatakan, kenaikan tarif penyeberangan dan pembatasan jam operasi menodai warga Madura dan pengguna penyeberangan lainnya.
"Pengusaha kapal belum waktunya menaikkan tarif, apalagi membatasi jam operasi," tegas Syaiful, saat berorasi di depan pintu Dermaga III, Kamal, Bangkalan, Kamis (12/6/2008).
Koalisi Kambera mengancam akan melakukan aksi lebih besar sebelum ada kepastian soal kebijakan kenaikan tarif dan pembatasan jam operasi. Setelah massa Kambera puas berorasi, mereka langsung menduduki kapal.
Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa ini juga membawa berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap pengelola kapal feri. (bdh/bdh)










































