Pemkab Minta Dilibatkan Program CSR Holcim di Tuban

Pemkab Minta Dilibatkan Program CSR Holcim di Tuban

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2008 10:29 WIB
Tuban - Penolakan warga ring I lokasi pabrik semen PT Holcim Indonesia di Tuban untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan kalangan LSM, direspon serius Pemkab Tuban. Mereka menuntut harus dilibatkan dalam program CSR dari Holcim.

Saat ini sudah enam desa di sekitar bakal lokasi tambang dan pabrik semen berbasis negara Swiss yang digarap CSR-nya. Yakni: Desa Glondonggede, Sawir, Merkawang, Kedungrejo (Kecamatan Tambakboyo), Desa Mliwang, Kecamatan Kerekdan Desa Karangasem ( Kecamatan Jenu).

"Program apapun termasuk program termasuk CSR yang melibatkan kepentingan masyarakat, idealnya Pemkab harus dilibatkan. Meskipun kapasitas kita sekadar melakukan pemantauan kegiatan," tegas Kasi Humas Pemkab Tuban, Sukristiono, kepada detiksurabaya.com, Kamis (12/6/2008).

Terkait program CSR yang sudah dilakukan Holcim, ungkap Sukristiono, pihaknya belum dilibatkan di dalamnya. Pemkab masih sebatas menerima informasi, sehingga detil program yang dilakukan Holcim tersebut sama sekali tidak mengetahui.

"Kami juga baru mengetahui kalau ada penolakan dari warga, terkait keterlibatan LSM dalam program CSR Holcim. Kalau sudah terjadi seperti ini, mau tidak mau pemkab harus membantu menyelesaikannya. Sebab semuanya juga untuk kepentingan masyarakat," tegas Sukristiono.

Ditemui secara terpisah, Community Relation Manager PT Holcim Indonesia di Tuban, Ummu Azizah, menyatakan, saat ini telah terbentuk Forum Konsultasi Masyarakat (FKM). Forum yang melibatkan Muspika tiga kecamatan (Jenu, Tambakboyo dan Kerek) ini, menjadi pusat konsultasi dan kegiatan CSR yang dilakukan Holcim.

"Untuk keterlibatan LSM, sampai saat ini belum ada. Kami belum merekrut LSM untuk kegiatan CSR, apalagi masyarakat juga sudah membentuk FKM," tegas Ummu Azizah saat ditemui di Kantor Perwakilan PT Holcim Indonesia di di kawasan Jalan Basuki Rahmad, Tuban.

Dia akui, pihaknya telah melakukan dua kali pertemuan dengan sekitar 25 LSM yang ada di Tuban. Pada pertemuan tersebut, belum ada kesepakatan tertentu untuk melibatkan LSM.
"Kami masih sebatas meminta masukan dan shearing ide dengan mereka," paparnya.

Dia membantah, jika ada penolakan dari warga terkait keterlibatan LSM dalam program CSR yang dilakukan Holcim. Yang sudah muncul adalah wacana masyarakat merasa masih mampu menjalankan program CSR yang diusulkannya.

"Warga meminta agar LSM baru dilibatkan jika mereka sudah tidak mampu menjalankan program sendiri. Oleh karena itu, dari enam desa yang sudah kita garap permintaan yang paling menonjol adalah program pelatihan manajemen program dan pelatihan skill untuk persiapan menerima bantuan CSR dari Holcim," ungkap perempuan asli Blora itu.

Prinsipnya, tambah Ummu Azizah, keterlibatan LSM dalam program CSR Holcim tergantung kebutuhan dan permintaan warga. Permintaan itupun tetap melalui FKM yang sudah terbentuk dan sekarang sudah berjalan.

Seperti diberitakan, warga sekitar bakal lokasi pabrik semen Holcim, menolak keterlibatan LSM dalam program CSR. Pertimbangannya, kehadiran LSM dianggap akan menambah keruwetan kegiatan yang melibatkan masyarakat desa. Termasuk juga, aliran dana dari program CSR ditengarai warga bakal tidak utuh diterima mereka.
(gik/gik)
Berita Terkait