Cegah Kerusakan DAS Brantas, Penambang Liar Dirazia

Cegah Kerusakan DAS Brantas, Penambang Liar Dirazia

- detikNews
Rabu, 11 Jun 2008 17:00 WIB
Surabaya - Puluhan personel Satpol PP Kabupaten Blitar merazia penambang pasir di aliran Sungai Brantas. Hasilnya, petugas mengamankan 7 mesin mekanik penyedot pasir di aliran Sungai Brantas Desa Purworejo dan Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

"Dalam operasi kali ini kami berhasil mengamankan 7 mesin penyedot pasir beserta 3 orang pemiliknya," Kata Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kab Blitar, Suyanto kepada detiksurabaya.com di kantornya, Rabu (11/6/2008).

Menurutnya, operasi tersebut digelar sesuai Perda Provinsi Jatim No 1 tahun 2005 tentang pengendalian usaha penambangan bahan galian gol C di wilayah Sungai Brantas. Dalam Perda tersebut disebutkan adanya pelarangan penggalian pasir dengan mesin mekanik di aliran Sungai Brantas.

Meski berhasil mengamankan 7 mesin penyedot pasir, pihaknya merasa kesulitan memindahkan. Selain sulitnya medan di sekitar lokasi dan beratnya mesin mengakibatkan barang bukti tersebut dinaikkan ke atas truk Satpol PP.

"Hanya 1 mesin yang berhasil kami bawa. Sedangkan 6 lainnya kami hanya bisa membawa keni pipa penyedot agar mereka tak bisa beroperasi lagi," terangnya.

Sedangkan tiga pemilik yakni, Asmungi (42) warga Desa/Kec Ponggok, Masrukin (32) serta Priyono (28) warga Purworejo Kecamatan Sanankulon terbukti melakukan penambangan, pihaknya tidak melakukan penahanan.

Pihaknya akan memanggil para penambang pasir untuk mendapat pengarahan, peringatan serta sosialisasi tentang bahaya aktivitas penambangan.

Selama ini sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas saat ini memang mengalami kerusakan parah akibat penambangan. Sehingga jika praktek penyedotan terus berlanjut, dipastikan tebing di bagian kanan dan kiri sungai sering mengalami longsor dan membahayakan lingkungan sekitarnya.

"Operasi seperti ini akan terus kami lakukan, sehingga mampu meminimalisir kerusakan DAS Brantas akibat penyedotan pasir dengan mesin mekanik," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait