Kegiatan CSR telah dilakukan PT Holcim yang memulai produksi tahun 2011 mendatang. CSR yang sudah berjalan tahap awal ini, bakal mengambil sasaran 13 desa ring I lokasi pabrik di Kecamatan Jenu, Tambakboyo dan Kecamatan Kerek di Kabupaten Tuban.
"Kita tidak mau ada LSM ikut campur dalam program CSR. Nantinya malah bikin ruwet kegiatan saja," kata Sunoto, tokoh pemuda Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang masuk wilayah desa ring I pabrik semen PT Holcim kepada detiksurabaya.com, Rabu (11/6/2008).
Menurut sejumlah warga, pengalaman sejumlah kegiatan sosial yang didanai perusahaan maupun dana dari pemerintah yang melibatkan LSM, malah tidak tepat sasaran. "Kami meminta agar dana yang diberikan Holcim langsung diberikan masyarakat, jangan dilewatkan LSM. Kami tidak mau dimakelari LSM yang tidak jelas," kata sejumlah warga.
Senada diungkapkan, Ainul Muzamil, tokoh masyarakat Desa Karangasem, Kecamatan Jenu. Justru yang harus dipersoalkan bukan hanya CSR, namun menuntut LSM bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan akibat eskploitasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Tuban.
"Ke mana para LSM di Tuban itu, ketika ada kerusakan lingkungan akibat penambangan PT Semen Gresik. Apalagi kalau terjadi penambangan dari PT Holcim di Tuban," tegas Ainul Muzamil ditemui secara terpisah di desanya.
Sementara Program Manager Yayasan Bina Tani (Yanata) Tuban, Hadi Prayitno
Kasmuri dan Direktur Yayasan Surya Indah Perkasa, Agung Supriyanto, menyatakan, keterlibatan LSM dalam program CSR PT Holcim sebatas pendamping.
"Jangan dipandang terlalu negatiflah keterlibatan LSM seperti kami ini,” katanya saat dihubungi melalui ponselnya.
Diperoleh informasi, PT Holcim berencana menggandeng lima LSM asal Tuban. Yakni: Yanata, Yayasan Surya Indah Perkasa (YASIP), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Pawiyatan, dan Manggala Reksa Bhumi (MRB), untuk pelaksanaan program CSR. Program itu sendiri direalisasikan sejak dua bulan terakhir.
Community Relation Manager PT Holcim Indonesia di Tuban, Ummu Azizah, menyatakan sebenarnya tidak ada penolakan dari warga terhadap LSM terkait program CSR dari PT Holcim. Bahkan selama ini warga merasa masih mampu, sehingga belum perlu keterlibatan LSM.
"Mungkin saja ada LSM yang tidak sejalan dengan program CSR Holcim, sehingga memunculkan anggapan terjadi penolakan dari warga," kata Ummu Azizah saat dikonfirmasi melalui ponselnya. (gik/gik)










































