Seluruh kegiatan keagamaan tetap dijalankan seperti biasa meski tetap diliputi rasa cemas seperti hasil pantauan detiksurabaya.com di lokasi markas JAI cabang Kota Kediri, di lingkungan Ngadisimo Gang II No.20, Kelurahan Ngadirejo.
Lokasi rumah yang juga bersebelahan langsung dengan Masjid At Taqwa sebagai pusat pembinaan rohani jemaah Ahmadiyah masih tampak ramai dengan aktifitas keagamaan.
"Deras-deras (membaca) seperti deras subuh, deras maghrib dan deras hadist tetap kami jalankan seperti biasa," tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang JAI Kota Kediri Midji Purwanto (45). saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com, Selasa (10/6/2008).
Midji Purwanto juga mengatakan seluruh aktifitas keagamaan yang dijalankan juga diikuti oleh seluruh jemaah yang ada di Kota Kediri.
"Di sini kami memiliki 75 jemaah, dan alhamdulillah sampai saat ini keyakinan mereka juga tak terpengaruh dengan pemberitaan larangan Ahmadiyah, termasuk dengan terbitnya SKB," lanjutnya.
Meski demikian, Midji Purwanto mengaku masih memiliki perasaan was-awas dengan semakin gencarnya pemberitaan penyetopan kegiatan Ahmdiyah di media massa.
"Rasa was-was pasti ada. Tapi alhamdulillah masyarakat di sekitar sini tidak sampai terprovokasi," ungkap Midji Purwanto yang mengaku mulai menyebarluaskan ajarah Ahmadiyah di Kota Kediri sejak tahun 1988 silam.
Secara terpisah Dinu Perdian, selaku pembina di JAI cabang Kota Kediri juga
menegaskan jika pihaknya masih menunggu dewan pimpinan pusat. "Kita masih menunggu sikap dari dewan pimpinan pusat yang hingga saat ini masih mempelajari SKB tersebut," lanjutnya. (gik/gik)










































