Mereka yakni, Ny Sujiati (36) dan Agustin Nur Umami (5) warga Desa Karangdieng, Mojokerto. Saat pemberangkatan pemakaman Ny Sujiati, keluarga tampak shok. Bahkan suaminya, M Munir (39) menangis terus seakan tak rela istrinya akan dimakamkan.
"Ya Alloh, Ya Alloh...Sujiati, Sujiati," ratap Munir seakan tak percaya istrinya akan dimakamkan menjadi korban terbakarnya bus pariwisata di sekitar Terminal Batu, Selasa (10/6/2008).
Namun karena kondisi tubuhnya lemas dan tak berdaya, Munir tak mengikuti prosesi pemakaman pukul 10.30 WIB.
Sementara keberangkatan jenazah siswi TK Dharma Wanita Karangdieng yang berjarak sekitar 300 meter itu juga dihiasi tangisan oleh kedua orangtuanya, M Bisri (48) dan Ny Ida Sriyani (42).
Anak bungsu dari tiga bersaudara tak disangka menjadi korban terbakar bus maut tersebut. Kedua orangtua dan kerabatnya mencoba tabah melihat bocah lucu itu dimakamkan.
Pemakaman ini sempat terlambat 2 jam karena Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mojokerto, Suwandi. Namun pihak bupatyi tidak datang dan hanya diwakilkan oleh Camat Kutorejo, Tri Kurniawan.
Sementara itu, jenazah Husni Mubarrok (6) sudah dimakamkan dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. (fat/fat)










































