Namun hingga kini polisi telah memeriksa sopir bernama Maskuri (48) asal Kedungwangi, Kutorejo, Mojokerto dan kenek, Slamet (30) asal Windurejo, Mojokerto.
Polisi dari Polres Batu juga meminta keterangan 6 petugas DLLAJ diantaranya, Hendra, Erik, Rusdi, Yasin, Sutomo dan Rubianto.
"Kita sudah meminta izin kepada Walikota Batu, Eddy Rumpoko untuk memeriksa ke-6 petugas DLLAJ tersebut," kata Kapolwil Malang, Kombes Pol Safrizal Ahyar kepada wartawan di Mapolres Batu Jalan Hasanudin Kecamatan Junrejo, Senin (9/6/2008).
Kapolwil menegaskan, pihaknya masih belum bisa memberi keterangan pasti penyebab itu. Namun kronologi kejadian itu bermula dari sopir bus membayar retribusi di Pos DLLAJ kawasan Terminal Batu.
"Saat bus berjalan lagi dalam jarak kurang lebih 5 meter, petugas DLLAJ mengejar bus tersebut. Sopir meninggalkan bus dengan posisi bus di rem tangan dan menemui petugas DLLAJ," tegasnya.
Karena posisi bus di daerah tanjakan, kata dia, bus pun berjalan mundur menabrak warung. Saat bus akan dikejar, sudah tidak mampu lagi dan terjadilah kebakaran.
Sementara Walikota Batu, Eddy Rumpoko saat dikonfirmasi dengan posko DLLAJ yang berada di daerah tanjakan, pihaknya mengaku belum ada rencana memindah pos tersebut.
"Sejauh ini saya masih menunggu penyidikan kepolisian. Akan saya pelajari dulu hasil pemeriksaan itu. Sebab saat ini kan belum diketahui penyebabnya apa," katanya saat berada di Mapolres Batu. (fat/fat)











































