Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, 5 mobil pribadi milik keluarga yang menjemput dan bus mini yang didatangkan oleh pihak sekolah mengikuti dari belakang.
Keberangkatan siswa TK beserta keluarganya yang berjumlah 93 yang pulang dilepas oleh Walikota Batu, Eddy Rumpoko. Sementara saat kepulangan TK Dharma Wanita Karangdieng Mojokerto, dua siswa terlihat trauma dan menangis.
Rupanya. dua siswa itu berontak dan tidak mau naik bus. Para orangtua berusaha menenangkan namun tidak mampu melihat histerisnya dua siswa yang salah satunya bernama Khoirul Huda (5).
"Ndak mau naik bus, ndak mau, ndak mau," teriak Khoirul di gendongan ibunya, Senin (9/6/2008).
Melihat anaknya yang berontak dari gendongan istrinya, bapaknya Rukan lantas menenangkan dan mengajak anak istrinya naik motor.
"Maksud saya daripada naik motor dengan saya, lebih baik naik bus saja. tapi anaknya ndak mau ya sudah. Saya bawa dengan motor saja," kata Rukan kepada detiksurabaya.com.
Sementara itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebuah patroli terlihat mengawal rombongan yang akan menuju TK Dharma Wanita Karangdieng, Mojokerto.
"Tidak perlu khawatir ya, jalannya pelan-pelan kok. Mudah-mudahan selamat sampai tujuan," kata Kapolwil Malang, Kombes Pol Safrizal Ahyar mencoba menenangkan siswa dan para wali murid. (fat/fat)











































