Sedikitnya 200 pamflet bergambar foto Munarman dipasang di Stasiun Kereta Api Jember, Terminal Tawangalun dan sejumlah pertokoan di Kabupaten Jember.
"Kita pasang untuk membantu aparat kepolisian menangkap Munarman. Dengan penyebaran pamflet ini agar masyarakat tahu dan jika tahu segera memberitahu
aparat kepolisian setempat," kata Komandan Banser Jember, Lutfi Alif kepada wartawan.
Dalam pamflet tersebut, terpampang foto Munarwan yang di atasnya diberi tulisan "Munarman Buronan Pasukan Berani Mati". Pasukan Barani Mati (PBM) ini adalah bentukan para pendukung Gus Dur di Jember.Tak ayal, pemasangan wajah buronan itu menarik perhatian masyarakat.
Seperti diketahui, hingga saat ini Munarman masih menjadi buronan aparat kepolisian setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam kerusuhan Monas, 1 Juni lalu.
Sementara itu terkait konflik FPI dan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) yang merembet ke daerahnya, Kapolres Jember, AKBP Ibnu Isticha menginstruksikan agar konflik tersebut dihentikan.
"Kami mengundang NU, Ansor dan Garda Bangsa agar persoalan antara FPI dan AKKBB tidak diteruskan di tingkat bawah. Ini untuk kemananan Jember," kata Ibnu.
Selama sepakan terakhir konflik FPI dan AKKBB, telah menjalar hingga daerah. Pekan lalu, FPI Jember diminta untuk membubarkan diri oleh massa pro Gus Dur, tetapi beberapa hari kemudian berdiri kembali. Menyusul hal itu, ratusan anggota Pasukan Berani mati (PBM) Jember mulai bersiap, bahkan isu akan menyerbu markas FPI Jember yang baru juga akan dilakukan.
Selain itu PBM juga siap berangkat ke Jakarta untuk membela Gus Dur dan membubarkan FPI Jakarta. "Kami minta semua pihak tidak larut dalam konflik tersebut. Kami tidak membolehkan Banser atau Garda Bangsa ke Jakarta," tegas Ibnu.
Foto: Seorang warga mengamati gambar wajah Munarman./Ryma S
(gik/gik)










































