Warga tiga desa itu menuntut kepastian hukum status kejelasan kondisi rumah dan tanah mereka, dengan memblokir jalan dengan mendirikan sebuah tenda.
Sempat terjadi ketegangan antara warga dan salah satu anggota Yon Sipur. Pasalnya, jalan yang diblokir merupakan akses jalan untuk membawa material ke tanggul.
Dari pantuan detiksurabaya.com, Senin (9/6/2008) tenda itu dihuni oleh puluhan ibu-ibu yang menggelar istighosah dan berdoa bersama. Unjuk rasa ini diharapkan agar perwakilan warga terdiri 5 orang yang ke Jakarta mendapat kejelasan problem warga selama ini.
"Perwakilan 5 warga itu diharapkan bisa mendapat jawaban pasti dari sekretaris kabinet tentang status problem kita," kata Koordinator Aksi, Nur Hadi (39) warga Besuki kepada detiksurabaya.com sat di lokasi.
Ke-5 perwakilan warga itu yakni Abdul Rohim, Ali Mursidi, Mudiarto, H Nunung, Fuad.
Nur Hadi mengaku aksi warga ini tidak akan bila belum mendapat jawaban dari perwakilnnya, usai bertemu dengan sekretaris kabinet. Sementara itu aksi warga dijaga oleh Polres Sidoarjo, dengan mengerahkan satu pleton. (fat/fat)










































