Diantaranya, KNPI, Garda Bangsa, GP Ansor, PMII, Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan lain-lain. Dalam unjuk rasa itu, gambar dan foto Habib Rizieq serta Munarman diinjak-injak.
Mereka melakukan longmarch dari Masjid Agung Jombang menuju di DPRD Kabupaten Jombang Jalan KH Wahid Hasyim, yang berjarak sekitar 1 Km. Beberapa poster hujatan dibawa oleh massa yang kebanyakan anggota Banser.
"Tangkap Munarman. Sebab mereka melawan pemerintah dan memprovokasi dan memecah belah umat," teriak salah orator, Safri saat di depan kantor DPRD Jombang, Jumat (6/6/2008).
Selain itu, massa juga menuntut Habib Rizieq diadili seberat-beratnya. Hanya karena seorang Habib Rizieq ratusan juta penduduk Indonesia menjadi resah.
Massa juga menegaskan sikap, jika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk final negara kesatuan. Sehingga segala bentuk upaya penggantian dasar Pancasila harus dilawan.
Pengunjuk rasa juga men-deadline pemerintah selama 3 bulan mendatang untuk membubarkan FPI dan semua organisasi yang berupaya mengganti Pancasila serta NKRI. Jika mereka tidak dibubarkan, maka masyarakat akan membubarkan secara paksa.
Beberapa poster yang diusung oleh mereka diantaranya berbunyi, 'Habib Rizieq Diragukan Kehabibannya','Habib Kok Seperti Itu (Iblis)','Wanted Munarman'.
Sementara itu sebelum tiba di kantor DPRD Jombang, massa terlebih dahulu mendatangi Polres Jombang dan Kejaksaan Negeri untuk menyampaikan tuntutan pembubaran FPI.
Polisi dari Polres Jombang pun berjaga dan mengamankan lokasi. Sedangkan arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Kota Jombang sebaliknya dialihkan melalui Jalan Merdeka dan Jalan Adi Sucipto, Jombang. (fat/fat)











































