Setelah Siaga, Status Semeru Kembali Diturunkan Waspada

Setelah Siaga, Status Semeru Kembali Diturunkan Waspada

- detikNews
Jumat, 06 Jun 2008 14:01 WIB
Malang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mulai menurun. Intensitas guguran lava pijar, lontaran material vukanik dan awan panas mulai menurun. Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru turun dari siaga menjadi waspada.

Juru bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS), Nova Elina mengatakan meski dinyatakan waspada, pendaki Gunung Semeru tetap dilarang mendekati Kawah Jonggring Saloka.

Sebab, hingga kini kawah gunung tertinggi di Jawa ini masih mengeluarkan guguran lava pijar dan luncuran awan panas yang berbahaya.

"Pendaki diminta untuk tetap mengenakan masker dan kacamata, Gunung Semeru juga terus mengeluarkan abu vulkanik," katanya kepada detiksurabaya.com, di kantornya Jl Raden Intan Kota Malang, Jumat (6/6/2008).

Peringatan ini dikeluarkan demi keselamatan para pendaki. Pendakian dibatasi maksimal di kawasan Ranu Gumbolo atau sekitar 6 kilometer dari puncak Semeru. Bahkan, saat di pintu masuk petugas BBTN BTS meminta para pendaki menandatangi surat peryataan tidak akan menuju ke puncak.

"Tapi kenyataannya masih ada saja yang melanggar. Dengan menurunnya aktivitas Gunung Semeru, jalur pendakian juga akan dievaluasi," jelasnya.

Berdasar laporan PVMBG kepada BBTN BTS menyebutkan sejak 15 Mei lalu, aktivitas Gunung Semeru meningkat guguran lava pijar dan awan panas teramati 9 kali dalam sehari. Namun sejak 1 Juni lalu, intensitas awan panas terus menurun hanya 1 kali dalam sehari. Sehingga status Gunung Semeru diturunkan menjadi waspada.

Masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Semeru untuk tetap waspada dan
berhati-hati. Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung. Potensi lahar panas dan lahar dingin mengancam warga yang berada dialiran besuk bang, besuk kobokan dan besuk kembar. (fat/fat)
Berita Terkait